Kamis, 01 Oktober 2009

Praktikum Reaksi Kimia

Reaksi Kimia


I. Tujuan Kegiatan

o Siswa dapat mengamati gejala-gejala yang menyertai berlangsungnya reaksi kimia

II. Dasar Teori

Lengkapi sendiri! ( cari referensi dari Buku Paket Kimia, buku kimia lainnya maupun dari internet! )

III. Alat

a) Rak tabung reaksi

b) Tabung reaksi

c) Pipet tetes

d) Penjepit tabung reaksi

IV. Bahan

a) Larutan HCl 3 M

b) Keping pualam (CaCO3)

c) Pita magnesium (Mg)

d) Larutan Pb(CH3COO)2 0,1 M

e) Larutan K2CrO4 0,1 M

f) Larutan CuSO4 0,1 M

g) Larutan NaOH 2 M

h) Larutan H2SO4 2 M

i) Aquades

j) Batu kapur (CaO)

V. Prosedur Percobaan

1) Masukkan 3 mL larutan HCl 3 M ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan kepingan kecil pualam.

2) Masukkan 3 mL larutan HCl 3 M ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan pita magnesium kira-kira 3 cm! Rasakan perubahan suhu dengan cara memegang dasar tabung reaksi.

3) Masukkan 2 mL larutan Pb(CH3COO)2 0,1 M ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 2 mL larutan K2CrO4 0,1 M.

4) Masukkan 2 mL larutan CuSO4 0,1 M ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 1 mL larutan NaOH 2 M.

5) Masukkan 2 mL larutan K2CrO4 0,1 M ke dalam tabung reaksi kemudian tetesi dengan larutan H2SO4 2 M sampai terjadi perubahan warna.

6) Masukkan 4 mL aquades (H2O) ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan sebongkah kecil batu kapur (CaO). Rasakan perubahan suhu yang terjadi!

7) Masukkan 3 mL larutan H2SO4 2 M ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL larutan NaOH 2 M. Rasakan perubahan suhu larutan!

VI. Tabel pengamatan

No

Reaksi Kimia

Hasil Pengamatan

1

HCl + CaCO3


2

HCl + Mg


3

Pb(CH3COO)2 + K2CrO4


4

CuSO4 + NaOH


5

K2CrO4 + H2SO4


6

H2O + CaO


7

H2SO4 + NaOH


VII. Pertanyaan / Bahan Diskusi

1) Dari reaksi-reaksi kimia di atas, reaksi manakah :

a) Yang menghasilkan gas?

b) Yang menghasilkan endapan?

c) Yang menghasilkan perubahan warna?

d) Yang menyebabkan perubahan suhu?

2) Tuliskan persamaan reaksi kimia dari ke-7 reaksi di atas!

Praktikum Elektrolit dan Non Elektrolit

I. Tujuan Kegiatan

o Siswa dapat mengamati gejala-gejala hantaran listrik melalui larutan

o Siswa dapat membedakan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

o Siswa dapat membedakan larutan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah

II. Dasar Teori

Lengkapi sendiri! ( cari referensi dari Buku Paket Kimia, buku kimia lainnya maupun dari internet! )

III. Alat

a) Sumber arus DC ( Adaptor )

b) Kabel

c)

“ Rangkaian alat penguji elektrolit ”

Gelas Kimia

d) Bola lampu

e) Elektroda

f) Saklar

IV. Bahan

a) Larutan garam dapur (NaCl) secukupnya

b) Larutan asam cuka (CH3COOH) secukupnya

c) Larutan asam klorida (HCl) secukupnya

d) Larutan natrium hidroksida (NaOH) secukupnya

e) Larutan gula (C12H22O11) secukupnya

f) Air sumur / kran (H2O) secukupnya

V. Prosedur Percobaan

1) Bersihkan semua peralatan yang akan digunakan dan keringkan!

2) Masukkan larutan garam dapur ( NaCl ) secukupnya ke dalam gelas kimia yang bersih dan kering!

3) Ujilah daya hantar listriknya dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit dengan cara mencelupkan elektroda ke dalam larutan!

4) Amati perubahan yang terjadi dan apakah lampu menyala (catat dalam tabel pengamatan)!

5) Bersihkan dahulu elektroda dengan aquades dan keringkan!

6) Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia!

Catatan : setiap mengganti larutan, elektroda harus dibersihkan dengan aquades dan dikeringkan terlebih dahulu.

VI. Tabel pengamatan

No

Larutan

Nyala Lampu

( terang,redup,tidak menyala )

Gelembung Udara

( ada,tidak,banyak,sedikit )

1

Larutan garam dapur (NaCl)



2

Larutan asam cuka (CH3COOH)



3

Larutan asam klorida (HCl)



4

Larutan natrium hidroksida (NaOH)



5

Larutan gula (C12H22O11)



6

Air sumur / kran (H2O)



VII. Pertanyaan / Bahan Diskusi

1) Gejala apakah yang menandai hantaran listrik melalui larutan?

2) Kelompokkan bahan-bahan yang diuji; ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit!

3) Kelompokkan bahan-bahan yang diuji ke dalam elektrolit kuat ( lampu menyala ) dan elektrolit lemah ( lampu tidak menyala, tetapi menghasilkan sedikit gelembung )!

4) Di antara larutan elektrolit itu, larutan manakah yang zat terlarutnya tergolong :

a. Senyawa ion

b. Senyawa kovalen

5) Apakah penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?

6) Tuliskan reaksi ionisasi dari larutan :

a) NaCl

b) CH3COOH

c) HCl

d) NaOH

Senyawa yang bermanfaat

Beberapa Asam Organik

1) Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat dari keluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi. Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung.

Asal dari obat yang dikenal dengan "Aspirin" - ternyata dari jaman Yunani kuno, dan diperkenalkan oleh Bapak Para Dokter se-dunia - yaitu Hippocrates. Tentu saja Hippocrates tidak menyebut Aspirin, melainkan menyebut tumbuhan bernama willow yang bila batangnya dikeringkan dan dijadikan bubuk, dapat menghilangkan rasa sakit.

Ribuan tahun berlalu, hingga di tahun 1829, para ilmuwan berhasil mengisolasi bahan dalam tumbuhan willow yang berfungsi meredakan rasa sakit. Bahan tersebut bernama salicin. Bahan ini dapat menghilangkan sakit, tapi memiliki efek samping terhadap perut - manfaat dan mudaratnya sama besar. Tentu saja harus ada jalan keluar. Di tahun 1853, seorang ahli kimia Perancis bernama Charles Frederic Gerhardt berhasil menetralkan salicin alami menjadi asam salisilat (salicylic acid) lewat penyanggaan (buffering) dengan natrium dan asam asetat. Asam salisilat ini lebih "ramah" terhadap perut.

Di tahun 1899, seorang ahli kimia Jerman, bernama Felix Hoffmann, yang bekerja bagi Bayer, menemukan kembali formula Gerhardt. Hoffmann membujuk Bayer untuk memasarkan obat itu, yang selanjutnya muncul di pasar dengan nama pasaran "Aspirin".

Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet. Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, replika tablet aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbuka Deutschland, Land der Ideen.

2) Asam format (nama sistematis: asam metanoat) adalah asam karboksilat yang paling sederhana. Asam format secara alami terdapat pada antara lain sengat lebah dan semut. Asam format juga merupakan senyawa intermediet (senyawa antara) yang penting dalam banyak sintesis kimia. Rumus kimia asam format dapat dituliskan sebagai HCOOH atau CH2O2.

Di alam, asam format ditemukan pada sengatan dan gigitan banyak serangga dari ordo Hymenoptera, misalnya lebah dan semut. Asam format juga merupakan hasil pembakaran yang signifikan dari bahan bakar alternatif, yaitu pembakaran metanol (dan etanol yang tercampur air), jika dicampurkan dengan bensin. Nama asam format berasal dari kata Latin formica yang berarti semut. Pada awalnya, senyawa ini diisolasi melalui distilasi semut. Senyawa kimia turunan asam format, misalnya kelompok garam dan ester, dinamakan format atau metanoat. Ion format memiliki rumus kimia HCOO.

3) Vitamin C adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat.

Vitamin C berhasil di isolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini.

4) Asam piruvat (CH3COCO2H) adalah sebuah asam alfa-keto yang memiliki peran penting dalam proses-proses biokimia. Anion karboksilat dari asam piruvat disebut piruvat.

Asam piruvat adalah cairan tak berwarna, dengan bau yang mirip asam asetat. Asam piruvat bercampur dengan air, dan larut dalam etanol dan dietil eter. Di laboratorium, asam piruvat dibuat dengan cara memanaskan campuran asam tartarat dengan kalium bisulfat, atau melalui hidrolisis asetil sianida, yang dibuat melalui reaksi asetil klorida dan kalium sianida.

Piruvat adalah suatu senyawa kimia yang penting dalam biokimia. Senyawa ini merupakan hasil metabolisme glukosa yang disebut glikolisis. Sebuah molekul glukosa terpecah menjadi dua molekul asam piruvat, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Jika tersedia cukup oksigen, maka asam piruvat diubah menjadi asetil-KoA, yang kemudian diproses dalam siklus Krebs. Piruvat juga dapat diubah menjadi oksaloasetat melalui reaksi anaploretik yang kemudian dipecah menjadi molekul-molekul karbon dioksida. Nama siklus ini diambil dari ahli biokimia Hans Adolf Krebs, pemenang Hadiah Nobel 1953 bidang fisiologi, karena ia berhasil mengidentifikasi siklus tersebut).

Jika tidak tersedia cukup oksigen, asam piruvat dipecah secara anaerobik, menghasilkan asam laktat pada hewan dan manusia, atau etanol pada tumbuhan. Piruvat diubah menjadi laktat menggunakan enzim laktat dehidrogenase dan koenzim NADH melalui fermentasi laktat, atau menjadi asetaldehida dan lalu etanol melalui fermentasi alkohol.

Asam piruvat juga dapat diubah menjadi karbohidrat melalui glukoneogenesis, menjadi asam lemak atau energi melalui asetil-KoA, menjadi asam amino alanin dan juga menjadi etanol. Turunan asam piruvat, 3-bromopiruvat telah dipelajari untuk pengobatan kanker.

5) Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.

Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati.

Asam asetat merupakan nama trivial atau nama dagang dari senyawa ini, dan merupakan nama yang paling dianjurkan oleh IUPAC. Nama ini berasal dari kata Latin acetum, yang berarti cuka. Nama sistematis dari senyawa ini adalah asam etanoat. Asam asetat glasial merupakan nama trivial yang merujuk pada asam asetat yang tidak bercampur air. Disebut demikian karena asam asetat bebas-air membentuk kristal mirip es pada 16.7°C, sedikit di bawah suhu ruang.

Singkatan yang paling sering digunakan, dan merupakat singkatan resmi bagi asam asetat adalah AcOH atau HOAc dimana Ac berarti gugus asetil, CH3−C(=O)−. Pada konteks asam-basa, asam asetat juga sering disingkat HAc, meskipun banyak yang menganggap singkatan ini tidak benar. Ac juga tidak boleh disalahartikan dengan lambang unsur Aktinium (Ac).

6) Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadioat. Asam dikarboksilat ini biasa digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Merupakan asam organik yang relatif kuat, 10.000 kali lebih kuat daripada asam asetat. Di-anionnya, dikenal sebagai oksalat, juga agen pereduktor.

Banyak ion logam yang membentuk endapan tak larut dengan asam oksalat, contoh terbaik adalah kalsium oksalat (CaOOC-COOCa), penyusun utama jenis batu ginjal yang sering ditemukan.

Penentuan Kapasitas Kalor Kalorimeter dan Perubahan Entalpi Reaksi

I. Tujuan Praktikum :

Menentukan besarnya kapasitas kalor kalorimeter dan perubahan entalpi suatu reaksi.

II. Dasar Teori

Lengkapi sendiri! (cari referensi dari Buku Cetak, Buku Kimia lainnya maupun dari Internet!)

III. Alat dan Bahan

a). Alat yang digunakan :

Nama Alat

Jumlah

Gelas kimia 100 mL

4 buah

Pipet tetes

1 buah

Kalorimeter

1 buah

Termometer

1 buah

Kaki tiga

1 buah

Pembakar spiritus

1 buah

Kawat kasa

1 buah

Batang pengaduk

1 buah

Botol semprot

1 buah

Stopwatch

1 buah

Gelas ukur

1 buah

Neraca analisis digital

1 buah

Kaca arloji

1 buah

b). Bahan yang digunakan :

Nama Bahan

Jumlah

Kristal NaOH

2 gram

Larutan HCl 1 M

50 mL

Larutan NaOH 1 M

50 mL

Aquades

200 mL

IV. Cara Kerja :

A. Penentuan Kapasitas Kalor Kalorimeter

a) Masukkan 50 mL aquades ke dalam kalorimeter dan diaduk, dan catatlah suhunya!

b) Sementara itu, panaskan 50 mL aquades yang ada dalam gelas kimia sampai suhunya 40 oC!

c) Masukkan 50 mL aquades panas (40 oC) ke dalam kalorimeter yang telah berisi 50 mL aquades tadi, sambil terus diaduk!

d) Amati dan catatlah suhu aquades yang ada di dalam kalorimeter setiap 30 detik dengan menggunakan termometer, ( lakukan pengamatan selama ± 10 menit )!

e) Catatlah suhu maksimum campuran ( T.maks )!

B. Penentuan Entalpi Pelarutan

a) Tiimbanglah sebanyak 2 gram kristal NaOH dengan menggunakan neraca analisis!

b) Masukkan 100 mL aquades dalam kalorimeter!

c) Ukurlah suhu aquades dalam kalorimeter dengan menggunakan termometer, dan dicatat sebagai suhu awal ( T0 )!

d) Masukkan kristal NaOH yang telah ditimbang tersebut ke dalam kalorimeter yang telah diisi aquades, diaduk sampai larut!

e) Catatlah suhu campuran setiap 30 detik, mulai dari kristal NaOH dimasukkan sampai dengan menit ke-5!

f) Catatlah suhu awal campuran ( T.awal ) dan suhu akhir campuran ( T.akhir )!

C. Penentuan Entalpi Netralisasi

a) Masukkan 50 mL larutan HCl 1 M ke dalam kalorimeter!

b) Catatlah suhunya dengan menggunakan termometer ( THCl )!

c) Masukkan 50 mL larutan NaOH ke dalam gelas kimia!

d) Catatlah suhunya dengan menggunakan termometer ( TNaOH )!

e) Hitunglah suhu awalnya ( T.awal )!

f) Tuangkan 50 mL larutan NaOH 1 M tersebut ke dalam kalorimeter yang telah berisi 50 mL larutan HCl 1 M!

g) Ukurlah suhu campuran dalam kalorimeter setiap 30 detik, sampai menit ke-5; sambil terus diaduk!

h) Hitunglah suhu akhir rata-rata campuran ( T.akhir )!

V. Tabel Data Pengamatan :

A. Penentuan Kapasitas Kalor Kalorimeter

No

Data yang diamati

Hasil Pengamatan

1

Suhu awal aquades dalam kalorimeter ( Td )


2

Suhu awal aquades panas ( Tp )


3

Suhu campuran aquades ( T1-T20 )


4

Suhu maksimum campuran ( T.maks )


5

Kalor jenis air ( c )

1 kal / gram.0C

6

Massa aquades dingin ( md )


7

Massa aquades panas ( mp )


8

Massa jenis air ( ρ )

1 gram/mL

B. Penentuan Entalpi Pelarutan

No

Data yang diamati

Hasil Pengamatan

1

Massa kristal NaOH


2

Suhu awal aquades dalam kalorimeter ( T0 )


3

Suhu campuran aquades+NaOH ( T1-T10 )


4

Suhu awal campuran ( T.awal )


5

Suhu akhir campuran ( T.akhir )


6

Kalor jenis air ( c )

1 kal / gram.0C

7

Massa larutan ( m )


8

Kapasitas kalor kalorimeter ( C )

( Hasil dari perhitungan A )

9

Massa jenis air ( ρ )

1 gram/mL

C. Penentuan Entalpi Netralisasi

No

Data yang diamati

Hasil Pengamatan

1

Massa 50 mL HCl 1 M


2

Massa 50 mL NaOH 1 M


3

Suhu awal larutan HCl ( THCl )


4

Suhu awal larutan NaOH ( TNaOH )


5

Suhu awal rata-rata larutan ( T.awal )


6

Suhu campuran ( T1-T10 )


7

Suhu akhir rata-rata campuran ( T.akhir )


8

Kalor jenis larutan ( c )

1 kal / gram.0C

9

Massa larutan ( m )


10

Kapasitas kalor kalorimeter ( C )

( Hasil dari perhitungan A )

11

Massa jenis air ( ρ )

1 gram/mL

VI. Pertanyaan :

  1. Hitunglah besarnya kapasitas kalor ( C ) dari kalorimeter tersebut!
  2. Hitunglah besarnya perubahan entalpi pelarutan ( Δ Hsol ) kristal NaOH!
  3. Hitunglah besarnya perubahan entalpi netralisasi ( Δ Hn ) larutan HCl dengan larutan NaOH!